Heartbleed : Hati Luka Pembawa Bencana

12:45 AM 0 Comments A + a -



Beberapa waktu belakangan ini jagad dunia maya digemparkan dengan ditemukannya celah keamanan pada OpenSSL yang dinamakan dengan Heartbleed. Celah keamanan ini sangat berbahaya sehingga setiap pengguna maupun pengelola website dilarang keras untuk mengabaikan celah keamanan yang satu ini. Karna tingkat resikonya yang teramat tinggi, celah keamanan ini bahkan disebut-sebut sebagai bencana terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah internet berdiri.

Klaim tersebut tidaklah berlebihan mengingat banyaknya situs dan layanan online lainnya yang menggunakan OpenSSL untuk mengamankan aliran atau transfer data dari web server ke komputer pengguna. Tidak tanggung-tanggung, website sekelas Facebook, Google, Yahoo, Dropbox, Instagram, Flickr, Pinterest dan berbagai website populer lainnya tidak luput dari bencana ini. Diperkirakan ada sekitar 2/3 website di seluruh dunia terkena dampak dari celah keamanan ini.

Celah keamanan ini pertama kali di deteksi pada tanggal 7 April 2014 oleh Neel Mehta yang merupakan anggota tim dari Google Security dan dipublikasikan pada CVE (Common Vulnerability and Exposure) nomor CVE-2014-0160 (http://www.openssl.org/news/secadv_20140407.txt). Letak permasalahannya terdapat pada salah satu ektensi dari OpenSSL yang bernama heartbeat dimana celah keamanan pada ekstensi tersebut memungkinkan seorang peretas mlakukan dump data yang tersimpan dalam memori server dan mendekrip data tersebut. Setelah data berhasil didekrip peretas akan dapat dengan mudah membaca seluruh data tersebut. Celakanya, data yang di dump oleh sang attacker umumnya merupakan username dan password pengguna yang terkoneksi dengan webserver. Dan yang lebih mengejutkan adalah, ternyata celah keamanan ini telah ada sejak ekstensi hearbeat ini pertama kali di rilis pada tahun 2011 dan baru terdeteksi pada april 2014. Maka tidak berlebihan apabila celah kemanan ini disebut sebagai bencana terbesar sepanjang sejarah World Wide Web (baca : internet).

Selain pada web server, celah keamanan ini juga terdapat pada berbagai layanan lainnya yang menggunakan OpenSSL untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data. Tercatat celah keamanan ini juga terdapat pada jutaan smartphone dengan sistem operasi Android. Celah keamanan ini juga terdapat pada perangkat jaringan lainnya seperti switch, hub, router, ip-phone, serta perangkat video conference  dengan merk Cisco dan Juniper. Celah keamanan ini berhasil memaksa para vendor tersebut untuk segera melakukan perbaikan dan merilis patch untuk jutaan perangkat mereka yang tersebar diseluruh dunia.

Mendeteksi Heartbleed

Bagaimanakah cara mendeteksi suatu website atau aplikasi berbasis web memiliki celah kemanan ini? Untuk mengetahui apakah suatu website atau aplikasi berbasis web memiliki celah keamanan ini dapat dilakukan dengan menggunakan layanan online yang telah disediakan oleh McAfee (http://tif.mcafee.com/heartbleedtest) secara cuma-cuma. Anda hanya perlu memasukan alamat website yang ingin anda cek pada kolom yang tersedia kemudia tekan tombol scan, McAffe akan segera memeriksa website tersebut dan dalam hitungan menit hasil pemeriksaan dari McAffe akan segera muncul dilayar monitor anda. Yang perlu dicatat disini adalah, layanan tersebut hanya dapat memeriksa website-website yang terletak pada jaringan internet dan bukan pada website yang terletak pada jaringan internal atau intranet. Untuk melakukan pengecekan pada website atau aplikasi yang terletak pada jaringan internal dapat dilakukan dengan cara memeriksa versi OpenSSL yang digunakan. Apabila versi OpenSSL yang digunakan pada webserver adalah versi 1.0.1 hingga 1.0.1f, maka sudah dapat dipastikan server tersebut memiliki celah keamanan Heartbleed.

Sedangkan untuk mendeteksi keberadaan heartbleed pada smartphone dengan sistem operasi android, dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi bernama Heartbleed Detector yang dibuat oleh sebuah perusahaan antivirus bernama Lookout. Aplikasi ini dapat di unduh secara gratis pada Google Play Store. Hampir dapat dipastikan, sebagian besar smartphone dengan sistem operasi android versi Jelly Bean memiliki celah kemanan Heartbleed dan celah tersebut berhasil di deteksi oleh aplikasi Heartbleed Detector. Yang perlu di catat disini adalah, aplkasi Heartbleed Detector hanya melakukan pendeteksian celah keamanan Heartbleed dan tidak melakukan perbaikan celah keamanan tersebut.

Mengatasi Heartbleed

Bagaimana cara mengatasi celah keamanan ini? Celah keamanan ini dapat diatasi dengan melakukan-upgrade OpenSSL dengan versi yang terbaru. Pada versi OpenSSL yang terbaru, celah keamanan ini telah berhasil diperbaiki dan dapat sudah dapat dipastikan pada versi ini telah kebal dari hacker yang melakukan serangan dengan memanfaatkan Heartbleed Bugs.

Mengatasi celah keamanan heartbleed dengan melakukan upgrade OpenSSL hanya dapat dilakukan oleh para pengelola website bukan para pengguna/client dari website tersebut. Yang dapat dilakukan oleh pengguna/client dari website yang memiliki celah keamanan heartbleed adalah mengaktifkan Two-Factor Authentication jika fitur tersebut tersedia dalam situs yang anda gunakan. Pada saat ini berbagai situs populer seperti Google Mail, Facebook, dan lain sebagainya telah menerapkan teknologi ini untuk mengamankan akun para penggunanya. Teknologi Two-Factor Authentication dapat mencegah para peretas untuk masuk kedalam akun anda walaupun peretas tersebut telah mengantongi username dan password akun anda. Selain itu, segera ganti password anda setelah pengelola website melakukan penambalan celah kemanan heartbleed untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Mitos

  1. Heartbleed adalah virus
    Mitos tersebut sudah dapat dipastikan tidak valid. Heartbleed bukanlah virus. Heartbleed merupakan celah keamanan pada OpenSSL yang muncul karena terdapat kesalahan pada penulisan kode program dalam protokol enkripsi  open-source yang banyak digunakan oleh situs-situs diseluruh dunia.

    2.      Update antivirus agar kebal dari Heartbleed
    Mitos ini sudah dapat dipastikan tidak valid. Melakukan update antivirus tidak akan berpengaruh terhadap kebal atau tidaknya perangkat komputer dari celah keamanan Heartbleed. Yang perlu ditekankan disini adalah Heartbleed bukan virus, tidak menyebar dan tidak menginfeksi perangkat komputer lainnya baik via jaringan komputer maupun media penyimpanan.

    3.      Segera ganti password apabila situs yang anda gunakan belum kebal dari Heartbleed
    Mitos ini sangat tidak benar. Yang benar adalah segera ganti password apabila situs yang anda gunakan telah melakukan penambalan terhadap celah keamanan Heartbleed. Apabila anda melakukan perubahan password pada saat celah keamanan tersebut belum ditambal, sama saja memberikan kesempatan kepada peretas untuk mengetahui password baru anda.

    4.      Peretas dapat memanfaatkan Heartbleed untuk mengontrol berbagai smartphone
    Mitos ini juga salah. Sampai dengan saat ini celah kemanan ini hanya dapat dimanfaatkan untuk mengambil data yang tersimpan dalam memori sebuah smartphone yang belum melakukan penambalan terhadap celah kemanan Heartbleed.

    Celah keamanan ini hanya terjadi pada sistem operasi Android versi Jelly Bean (4.1.1) sedangkan untuk smartphone dengan sistem operasi iOS dan Windows Phone dapat dipastikan kebal dari celah keamanan ini karena dalam sistem operasi iOS dan Windows Phone  tidak menggunakan OpenSSL.

    5.      Windows XP rentan dari Heartbleed karena sudah tidak di support oleh Microsoft
    Mitos ini sudah dapat dipastikan salah. Berdasarkan informasi yang terdapat dapat dalam blog developer Microsoft, perusahaan tersebut tidak menggunakan OpenSSL dalam pembangunan dan pengembangan sistem operasi Microsoft Windows XP dan seluruh versi sistem operasi Windows lainnya termasuk sistem operasi untuk smartphone Windows Phone

    Dalam proses pembangunan dan pengembangan sistem operasi Windows, Microsoft menggunakan komponen kriptografi yang mereka ciptakan sendiri yaitu Secure Channel sehingga dapat dipastikan seluruh product dari Microsoft mulai dari sistem operasi sampai dengan layanan lainnya seperti outlook, skype dan lain sebagainya kebal dari celah kemananan Hearbleed.


    6.      Semua layanan internet banking rentan terhadap Heartbleed
    Mitos ini tidak dapat pastikan kebenarannya karena sebagian besar layanan internet banking dan berbagai situs jual beli populer tidak menggunakan OpenSSL sehingga layanan-layanan tersebut tidak terkena dampak dari celah kemanan Heartbleed

    7.      NSA memanfaatkan Heartbleed sejak lama untuk memata-matai kita
    Beredar isu yang mengatakan bahwa agen intelejen Amerika (NSA) telah mengetahui celah kemanan tersebut sejak lama, namun memilih diam dan memanfaatkan celah kemanan tersebut untuk melakukan kegiatan mata-mata.

    Isu tersebut telah dibantah oleh NSA dan mengatakan bahwa pihaknya tidak menggunakan celah kemanan tersebut untuk kegiatan mata-mata dan mengaku baru mengetahui celah tersebut setelah diumumkan. 


    -Suharyadi-