Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts

RoboTIK v.2.6 - CodeName : "RoDex Crawler"


Robot ini merupakan hasil pengembangan dari RoboTIK yang pernah penulis bahas pada artikel sebelumnya. Secara elektronika, tidak banyak perubahan yang terjadi pada pembangunan robot ini. Penulis masih menggunakan komponen dan cara kerja yang sama seperti yang penulis gunakan dalam membangun RoboTIK. Perubahan pada komponen elektronika hanya terdapat pada antena WiFi yang penulis gunakan dalam robot ini. Perubahan antena yang penulis lakukan dimaksudkan untuk memperkuat sinyal wifi yang digunakan untuk mengedalikan robot ini.

Perubahan besar terjadi pada struktur yang digunakan. Dalam robot ini penulis menambahkan railing system yang penulis rangkai dari besi holow dan pvc. Berikut penulis tampilkan video saat robot ini sedang beraksi.





RoboTIK - v.beta.01






RoboTIK merupakan robot kamera yang dibangun untuk kebutuhan video conference di lingkungan kerja penulis. Robot ini dapat di kendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan komputer dan perangkat mobile yang terkoneksi dengan jaringan wireless (WiFi).

Untuk membangun robot ini, penulis menggunakan

  • Raspberry Pi Rev-B
  • Arduino Uno R3
  • 2 Servo
  • 1 Motor DC
  • Pan-Tilt Bracket
  • Wifi Dongle
Sedangkat untuk membangun kerangka robot ini, penulis memanfaatkan beberapa komponen buatan MakeBlock. MakeBlock sendiri merupakan penyedia berbagai komponen-komponen alumunium yang biasa digunakan untuk membangun beberapa DIY (Do It Yourself) Project. Untuk mendapatkan produk-produk dari MakeBlock, anda dapat melakukan pembelian secara langsung melalui online store yang telah mereka sediakan di http://www.makeblock.cc/

Selain membeli secara online produk-produk dari MakeBlock juga dapat anda dapatkan secara offline melalui distributor-distributor nya yang tersebar di berbagai negara. Namun sayang sekali, sampai dengan saat ini belum ada distributor MakeBlock di Indonesia.

Berikut penulis berikan video aksi dari robot ini



Dan video berikut merupakan video hasil perekaman dari robot ini






Rodex.3x6 - Final Release



Yak, sebenernya ini robot udah release beberapa bulan yang lalu, tapi karena kesibukan didunia nyata jadinya baru sempet share skarang. Sorry yah prend ^_^.

Rodex.3x6 merupakan nama yang saya berikan untuk robot ini. Rodex itu merupakan singkatan kata dari Robot Gedex. Kenapa robot gedex? ya karena di robot ini terdapat ultrasonic range sensor yang berfungsi sebagai indra pengelihatan dia yang selalu bergerak dari kiri ke kanan untuk mengetahui apakah ada benda didepannya.


Rodex.3x6 merupakan jenis robot obstacle yang memiliki kecerdasan buatan yang ditanam dalam tubuh robot tersebut. Kecerdasan buatan dirobot ini memungkinkan robot untuk menghindari berbagai rintangan yang ada di depannya. Pendeteksian rintangan tersebut memanfaatkan ultrasonic range sensor yang secara terus menerus memeriksa berbagai halangan yang terdapat di sekitar robot.

Apabila sensor menemukan rintangan disekitar robot, maka robot akan menghentikan pergerakannya, kemudan berbelok kekanan atau kiri sehingga rintangan tersebut berhasil di hindari.

Cara kerja kerja robot ini adalah sebagai berikut :
  1. Bergerak maju kedepan
  2. Baca input dari ultrasonic range sensor untuk mengetahui rintangan yang ada di depannya
  3. Apabila tidak terdapat rintangan robot akan terus maju kedepan
  4. Tapi apabila dari hasil pembacaan sensor terdapat rintangan, maka robot akan berhenti, dan kemudian berbelok ke kanan
  5. dan terus menerus looping dengan kondisi seperti demikian
Cukup simple kan. ^_^

Berikut saya berikan video demonstrasi dari pergerakan Rodex.3x6.


Demikian sharing dari saya, semoga akan membuat teman-teman semua semakin semangat untuk belajar robotika. ^_^




Bermain dengan Ultrasonic Range Sensor

Ultrasonic Range Sensor merupakan sensor yang biasa digunakan para pencinta robotika. Fungsi utama dari sensor ini adalah untuk mengetahui jarak benda yang terdapat di depan sensor tersebut. Pada umumnya, sensor ultrasonic ini berbentuk papan elektronik berukuran kecil yang dilengkapi dengan beberapa rangkaian elektronik dan dua buah transducer. Transducer yang pertama berfungsi sebagai transmitter gelombang ultrasonic dan transducer yang satunya berfungsi sebagai receiver. Pada beberapa produk kadang hanya ditemukan satu buah transducer yang bertindak sebagai transmitter sekaligus receiver sekaligus.

Sensor ini bekerja dengan cara menghasilkan gelombang suara pada frekwensi tinggi yang kemudian akan segera dipancarkan oleh tranducer yang bertindak sebagai transmitter. Pantulan gelombang yang mengenai benda di depannya akan di tangkap oleh transducer yang bertidak sebagai receiver. Dengan mengetahui lamanya waktu antara dipancarkannya gelombang ultrasonic sampai dengan ditangkap kembali oleh receiver, maka akan diketahui jarak dari benda yang terdapat di depan sensor tersebut.

Kecepatan suara adalah 340m/detik, lamanya waktu tempuh gelombang ultrasonic dikalikan kecepatan suara, kemudian dibagi dua akan menghasilkan jarak antara sensor tersebut dengan benda di depannya.

Pada posting kali ini kita akan menggunakan sensor ultrasonic HC-SR04 yang merupakan produk dari ITead Studio. Library untuk sensor ini telah tersedia dalam arduino IDE jadi kita dapat langsung menggunakannya tanpa perlu menambahkan library terlebih dahulu.

Perlengkapan yang dibutuhkan adalah :
  1. Arduino Uno R3
  2. Breadboard
  3. Ultrasonic Sensor (HC-SR04)
  4. 1 Led Merah
  5. 1 Led Hijau
  6. 1 buah buzzer
  7. 2 buah resistor 330 ohm
  8. Jumper
Kemudian rangkai semua perlengkapan tersebut seperti gambar dibawah ini




Setelah selesai merakit semua komponen seperti gambar diatas, kemudia buka arduino IDE, tuliskan kode berikut pada sketch.


/*

    Ultrasonic Range Sensor - HC-SR04
    YaDoY666 - http://yadoy666.blogspot.com
   
 */

#define trigPin 12
#define echoPin 13
int ledmerah = 8;
int ledhijau = 9;
int preeet = 10;
void setup() {      
  Serial.begin (9600);
  pinMode(trigPin, OUTPUT);
  pinMode(ledmerah, OUTPUT);
  pinMode(ledhijau, OUTPUT);
  pinMode(preeet, OUTPUT);
  pinMode(echoPin, INPUT);
}

void loop() {
  int duration, distance;
  digitalWrite(trigPin, HIGH); //
  delayMicroseconds(1000);
  digitalWrite(trigPin, LOW);
  duration = pulseIn(echoPin, HIGH);
  distance = (duration/2) / 29.1;
  if (distance >= 200 || distance <= 0){
    Serial.println("Out of range");
    digitalWrite(ledhijau, HIGH);
    digitalWrite(ledmerah, LOW);
    digitalWrite(preeet, LOW);
  }
  else {
    if (distance <= 5) {
      digitalWrite(ledhijau, LOW);
      digitalWrite(ledmerah, HIGH);
      digitalWrite(preeet, HIGH);
      Serial.print(distance);
      Serial.println(" cm");
    }
    else {
      digitalWrite(ledhijau, HIGH);
      digitalWrite(ledmerah, LOW);
      digitalWrite(preeet, LOW);
      Serial.print(distance);
      Serial.println(" cm");
    }
  }
  delay(500);
}

Setelah selesai coba verify, apabila tidak terdapat error segera upload ke board arduino anda. Hasil akhir dari contoh diatas dapat dilihat seperti pada video berikut ini.



Gimana, menarik kaaan.... ^_^